Catatan Kecil di Ujung Usia 10 Tahun

By Admin


Ilustrasi
nusakini.com, Pagi itu, YBR berangkat seperti biasa. Anak 10 tahun itu meninggalkan rumah ibunya menuju pondok kecil tempat ia tinggal bersama sang nenek. Tak ada yang menyangka, hari itu menjadi perjalanan terakhirnya.

Di balik seragam sekolah dan usia yang masih belia, YBR menjalani hidup dengan keterbatasan. Polisi menyebut ia menghadapi banyak tantangan, termasuk kondisi ekonomi keluarga yang sulit. Permintaan sederhana—buku tulis dan pena—tak bisa dipenuhi karena keterbatasan biaya.

Yang tertinggal kini hanyalah sepucuk surat. Ditulis tangan dalam bahasa daerah, surat itu berisi pesan perpisahan untuk sang ibu. Tak ada kemarahan, tak ada tuntutan. Hanya permintaan agar sang ibu tidak menangis dan merelakannya pergi.

Peristiwa ini menyisakan duka mendalam, bukan hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi masyarakat. Tragedi seorang anak yang seharusnya memikirkan pelajaran sekolah, bukan beban hidup, menjadi pengingat tentang rapuhnya perlindungan sosial bagi anak-anak di keluarga rentan. (*)